Saturday, 21 January 2012

Masa Suram kelas 3 SD Part 2

Ini adalah lanjutan dari cerita gue sebelumnya. Yap, seperti yang gue katakan guru gue itu ibarat seorang Lord Voldemort yang bau kencur dan pesek, tapi jujur ni orang lebih jelek dari voldemort.





Gue benar-benar kesel waktu gue dihukum cuman karena muji tulisan temen gue yang memang sebenarnya bikin gue setengah buta, soalnya tulisannya kaya tai kotok. Gue bersimpati sama dia, karena kita senasib,  memiliki tulisan kaya pantat keledai, dan wajah seperti babi setengah alien. Waktu itu sang monster menghampiri gue dan bertanya, "Yohanes, tulisan seperti ini bagus atau tidak?" karena satu penderitaan dengan temen gue, akhirnya gue bilang "Bagus bu.". Lalu temen-temen gue yang lain, yang bilang tulisan temen senasib gue itu bagus disuru kedepan, kami menerima hantaman yang menyakitkan dari jurus andalan guru gue, yaitu IMUNISASI. Kenapa disebut imunisasi ??? Karena itu adalah cubitan dengan kekuatan 500 tenaga gajah, yang langsung diarahkan ke ketek murid-muridnya, yang dapat menyebabkan pendarahan hebat, buta sesaat, kejang-kejang, dan kanker jiwa (4L4Y M0D3 0N). Gue berteriak minta tolong seperti banci yang mau diperkosa sama lalat, tapi rasa sakit gue gak ada apa-apanya dibandingin dengan temen gue yang juga kena hukuman. keteknya sampah bersimbah darah. gue berusaha menolongnya dengan cara tertawa terbahak-bahak kaya orang kesurupan di depan mukanya.



Guru gue sangat suka menghukum anak muridnya yang tidak mengerjakkan PR. Nah hukumannya ini gak enak banget, murid yang gak ngerjaiin PR harus menyelesaikan PR-nya di lorong WC yang baunya bikin muka gue meleleh dan buat gue jadi zombie. Gue adalah salah satu pelanggan setia dari produk tersebut. Waktu itu ada temen cewek gue yang gak ngerjaiin PR gara-gara dia gak masuk sekolah waktu ada ni pelajaran, dan gue juga senasib sama dia. Gue udah seneng karena ada orang yang nemenin gue ngerjain PR di dalam Lubang Kematian yaitu WC, apalagi ni cewek tuh lumayan cantik, hati gue udah menggebu-gebu untuk dihukum walaupun paru-paru gue udah kempes kaya ikan teri gara-gara nyiumin bau WC tiap hari. Tapi guru gue tiba-tiba menjadi baik seperti putri salju, temen gue yang cewek itu gak dihukum apa-apa. Jeeeb !!! Tertusuklah hati gue sangat dalam sedalam lubang pantat, dan gue menjadi galau seketika, gue bimbang kenapa bukan gue yang diberi keringanan seperti itu. Akhirnya gue diperintahkan oleh si "Monster" untuk menjaga Gerbang Menuju Dunia Lain sendirian. Hidung gue pun menangis, mata gue mengeluarkan air garam saking tidak tahannya dengan bau "Emas berkilau dari WC"(T-A-I, harus dieja kata guru gue).




Pada suatu waktu, di hari yang sunyi dan cerah, guru gue datang dengan model rambut barunya. Dari yang sebelumnya dikuncir kaya ekor jerapah, sekarang jadi kaya alien. Rambutnya itu kaya orang yang otaknya keluar dari batok kepala. Gue pikir dia bakal lebih baik, tapi ternyata sifatnya menyerupai rambutnya yang menyeramkan kaya alien.



Akhirnya setelah setahun belajar di kelas, hari pembagiaan rapot pun tiba. Nyokap gue udah bawa bingkisan untuk guru gue itu, kalau gue gak naik, bingkisannya gak bakal dikasih, tapi kalau gue naik, bakal di kasih. Akhirnya gue benar-benar bebas, gue berlariaan keliling sekolah seperti orang habis menang togel, gue bernyanyi dan berteriak kaya Monyet banci yang suka nyiramin bunga pake kencingnya. Tapi segalak-galak apapun guru gue, dia tetep berjasa banget buat hidup gue sampai sekarang. dan gue gak bakal ngelupain jasanya sampai kapanpun

Pesan moral buat temen-temen sekalian dari pengalaman gue ini adalah segalak-galak apapun guru, itu bukan karena dia membenci kita, tapi untuk menempa diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dialah pahlawan tanpa tanda jasa.

GBU  all...
Enjoy your life ^^